Akibat Lupa Punya Polis

Bagi sebagian orang, menabung yang efektif adalah dengan tidak mengingat-ingat jumlah uang yang ditabung. Termasuk polis asuransi, yang bisa dianggap sebagai 'tabungan proteksi' jangka panjang, terkadang sampai terlupakan oleh pemiliknya.

Ada berbagai faktor mengapa seseorang bisa lupa memiliki polis asuransi, di antaranya:


  • Karena asuransi bersifat jangka panjang, perjalanan waktu yang bertahun-tahun dapat membuat seseorang tidak ingat lagi pada polis asuransi yang dimilikinya. Paling umum terjadi pada produk asuransi jiwa yang manfaatnya baru bisa dirasakan ketika tertanggung meninggal dunia atau pada akhir masa polis.

  • Sistem pembayaran premi secara auto-debet, dapat membuat pemilik polis tidak merasakan proses pembayaran, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa memantau secara detail jumlah saldo di rekeningnya.

  • Memiliki banyak produk asuransi juga membuat pemiliknya rentan lupa terhadap salah satu (atau sejumlah) polis.

Masih banyak lagi faktor dan alasan lainnya yang dapat membuat seseorang lupa punya polis asuransi. Ya, lupa itu manusiawi; namun bukan menjadi pembenaran. Karena bila kita lupa terhadap polis asuransi yang dimiliki, hal tersebut akan merugikan. Kerugian utama akibat lupa punya polis adalah jika kita terus membayar premi namun tidak menggunakan benefit yang semestinya kita peroleh dari asuransi yang kita miliki, seperti penggantian biaya kesehatan atau warisan untuk keluarga.

Agar bisa tetap jadi andalan bagi diri sendiri dan keluarga, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian:


  1. Pahami produk asuransi yang kita miliki
  2. Sebelum kita membeli produk asuransi, pastikan untuk mempelajari terlebih dulu dengan detail mengenai produk tersebut. Jangan lupa pelajari juga dan pahami isi polis asuransi. Biasakan untuk tidak terburu-buru, karena perusahaan akan memberikan waktu kurang lebih dua minggu bagi nasabah untuk mempelajari isi polis secara maksimal. Bijaklah dalam membeli produk asuransi, sesuaikan dengan kebutuhan Anda.

  3. Mengisi data dengan benar dan lengkap
  4. Hal berikutnya yang perlu diperhatikan ketika membeli polis asuransi ialah memastikan data pemegang polis dan tertanggung telah kita isi dengan benar, karena polis merupakan dokumen legal yang sangat penting dalam asuransi. Hal ini ada kaitannya jika kita nanti mengajukan klaim di kemudian hari. Bila ada perubahan data alamat atau nomor telepon, segera hubungi perusahaan asuransi atau agen yang menangani polis kita, agar komunikasi tetap terjalin dengan baik.

  5. Pendampingan dan transparansi informasi
  6. Agar tidak lupa kita punya polis asuransi, ada baiknya kita didampingi oleh keluarga atau orang yang menjadi penerima benefit saat menandatangani polis. Kalaupun tidak didampingi ketika membeli polis asuransi, keluarga sebaiknya mengetahui polis asuransi apa saja yang kita miliki. Jika terjadi risiko, mereka dapat membantu mengingatkan kita mengenai asuransi yang kita miliki.

  7. Membuat catatan kepemilikan polis
  8. Simpan baik-baik polis di tempat yang aman seperti misalnya safe deposit atau tempat kita biasa menyimpan dokumen penting lainnya seperti sertifikat rumah.

Dengan memperhatikan berbagai hal-hal di atas, kita dapat mencegah permasalahan lupa punya polis asuransi. Di sisi lain, Manulife sebagai perusahaan penyedia asuransi terpercaya juga secara aktif mengingatkan kembali dan menghubungi nasabah-nasabah yang mungkin tidak teringat akan polis mereka ataupun yang kontrak polisnya sudah habis (maturity) dan memastikan nasabah mendapatkan manfaat-manfaat yang sudah menjadi hak mereka. Hal ini mendapatkan apresiasi serta respon positif dari para nasabah yang telah diingatkan akan polis mereka dan telah mendapatkan apa yang menjadi haknya. Jika butuh informasi lebih lanjut mengenai polis asuransi kita yang mungkin sempat terlupakan, jangan ragu untuk menghubungi contact center Manulife: (021)2555 7777

Silahkan baca selengkapnya bersama artikel-artikel menarik lainnya pada E-Magazine Andalanku edisi Perdana